Karier, Anak Tiri Dan Mertua

| August 9, 2020 | 0 Comments

Karier, Anak Tiri Dan Mertua | Assalamualaikum pembaca semua, saya ada 3 confessions, terima kasih sudi baca dan mohon doanya ya, Aamiin:

1-Karier

Saya dah lama sangat kerja dengan orang (lebih 10 tahun dimajikan yang
sama), sampai tahap sekarang saya perlu jalankan bisnes sendiri tapi
masih takut.

Ialah makan gaji lebih senang dan selamat setiap bulan jaminan gaji ada
tapi sampai bila hidup dalam takut dan comfort zone ya?

Jadi sekarang saya menunggu modal yang cukup dan masa yang sesuai untuk
melangkah sendiri. Rezeki kan dari ALLAH SWT, InsyaALLAH. Mohon doa ya
sahabat. Aamiin.

2-Anak Tiri

Saya bukan ‘kids friendly person’ tapi Allah jodohkan dengan duda
beranak 3, Alhamdulilah suami saya beriman dan penyayang.

Saya cuba melayani anak tiri dengan baik mengikut semampu saya, tapi
kadang saya menyampah dengan anak tiri / mana-mana budak yang
mengada-ngada, bising dan nakal.

Jadi saya akan ignore mereka sebab kalau saya marah saya akan jadi lebih
fizikal ie: pukul mereka sebab saya panas baran dan garang.

Cara yang saya gunakan untuk tidak memukul / memarahi anak tiri ialah
dengan ignore mereka dan sentiasa ingatkan diri saya bahwa mereka anak
tiri/ anak orang, jadi tiada hak saya memukul / memarahi.

Alhamdulilah cara ini memang menjadi tetapi suami pula terasa hati bila
saya ignore anaknya.

Jadi setiap kali ini berlaku, saya akan meminta maaf pada suami kerana
tak jaga/ melayani anaknya dengan baik walaupun sebenarnya saya cuba
menahan diri dari bersifat ‘evil step mother’ sebab saya panas baran dan
garang.

Saya dah jelaskan pada suami dan beliau sedang proses hal ini, diharap
suami memahami.

Saya bukan ‘kids friendly person’ dan bukan setiap masa suka dengan
budak, minta maaf ya parents disini, memang fitrah anak kecil begitu
tapi fitrah saya juga begini.

Mungkin sebab saya belum punya zuriat sendiri atau mungkin sebab mereka
itu anak tiri yang kasih sayang saya takkan sama macam mak kandung atau
entahlah. Saya cuba sabar, tawakal dan redha, insyaALLAH

Memang setelah ada ank tiri saya cuba sabar dan belum pernah memukul /
menyepak anak tiri seperti dibuat oleh suami dan mak kandung mereka.

Mohon doakan saya menjadi mama yang mithali dan punyai zuriat sendiri
serta dapat memahami dan menjalani peranan sebagai mama yang diredhai
ALLAH. InsyaALLAH Aamiin.

3-Mertua

Saya punya mertua yang ujub dengan diri mereka, dikatanya saya tak
pandai jaga anak tiri, dikatanya kasih sayang mak tiri tak sama dengan
mak kandung.

Dan diracunnya pemikiran suami andai saya tidak melayani anak tiri
menurut SOP mereka dan kami suami isteri terpaksa bergaduh.

Saya kata terpaksa bergaduh sebab isu yang digaduhkan sangat remeh tapi
sebab mulut racun mertua kami jadi bertengkar. Penatlah bergaduh suami
isteri, kan lebih baik bersayang-sayang, ladang pahala pun mencurah-curah.

Tapi emosi dan pemikiran suami terkesan dengan racun kata-kata oleh
mertua, yelah his parents kan, jadi terpaksalah kami bergaduh sekejap.

Ya sekejap cukuplah sebab pada saya suami nak meluahkan emosinya jadi
saya perlu layankan pergaduhan itu.

Maaf andai saya keterlaluan menghakimi mertua, tapi saya hanya manusia
biasa dan peranan menjadi mak tiri / mak kepada si anak tiri tu saya
fikir biarlah saya dan suami yang urus sendiri. Mertua boleh
tenang-tenang saja menanti panggilan Illahi.

Kalau tiada perkataan baik untuk dikatakan, lebih baik diam dan berzikir.

Wahai mertua, saya sangat terluka dengan kata-katamu dan tidak mungkin
melupakannya, namun begitu saya enggan berdendam jadi saya pilih untuk
doakan kamu m4ti dalam khusnul khotimah, InsyaALLAH.. Aamiin.

– Nairobi aka Zulema (Bukan nama sebenar)

 

Kredit: IIUM Confessions

 

Tags: , , , , , ,

Category: KELUARGA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *